Oleh: J.A. Noertjahyo | 17/11/2009

Jeritan Sekeping Budaya

Rentetan derita makin terasa dalam kesempitan ruang ini

Ujung-pangkal pengorak tabir tak nyata berdegap di setiap dada pembina

Alah-mereda oleh mata usang yang melotot

Ngeri suara geledek di ujung langit …..!!

Guruhkan debur jantungmu….!, hai patriot!!!

Aku tak sudi saksikan gontai kakimu terulang lagi

Namaku membasi dipeluk kekarat puing purba!

Bubuhkan jiwamu penyuluh masa yang hendak kusongsong!

Utara-selatan dan apa-siapa tak penting tercatat dalam sejarah

Dan jalan itu mesti terbuka untukku

Aku ingin lari dari kebasian

Yakinkan  langkah kaki yang tak ingin henti

Akan ’ku tumbuh seiring fajar baru menderu!

                                    Biarabebas, 28 Agust ’60.

(Harian Pagi ’Suara Indonesia, Denpasar, Selasa 27 September 1960)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: