Oleh: J.A. Noertjahyo | 26/12/2013

Lanjutan, Kutipan Buku RS-PN

Beberapa kali saya diberitahu, terasa adanya pihak yang memunculkan masalah SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan) sebagai pemicu ketidakharmonisan suasana, baik dalam Yayasan maupun di lingkungan karyawan. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (Indonesia), pemunculan SARA tidak sesuai dengan dasar dan falsafah negara, sangat “dimusuhi” oleh pemerintah dan perlu penindakan tegas, karena menimbulkan ”permusuhan” dan instabilitas polkam (politik dan keamanan). Ini juga bisa terjadi dalam lembaga (yayasan, partai, ormas, agama, dsb, dsb). Makna SAR (Suku, Agama, Ras) sangat jelas, sedangkan  makna ”antargolongan” sangat luas, bisa partai, kedaerahan, klik, famili, dan seterusnya. Sebaiknya kita semua mawas diri, apakah kita termasuk mereka yang memunculkan SARA, atau tidak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: