Oleh: J.A. Noertjahyo | 30/12/2013

Kutipan dari Buku RS-PN (lanjutan)

Sambutan Ketua Yayasan (J.A. Noertjahyo) pada HUT Ke-64 RS-PN:
Setelah Delapan Windu
Rekan dan sahabatku,
Sudah 64 tahun RS Panti Nirmala mengayunkan langkah pengabdian. Kita menyatu dalam cita, rasa, dan karsa. Kita menggalang segala daya dan upaya untuk sebuah lingkaran karya suci dan mulia, meskipun sarat dengan beban berat. Dan kita tidak tahu sampai kapan harus terus mengayunkan kaki untuk membagikan cinta kasih kepada sesama insan ilahi yang mendambakannya. Sebab jalan pengabdian tak berujung dan lautan cinta tak mengenal tepi.Dan …, kita tidak tahu tinggi rendahnya kadar sumbangsih yang sudah kita persembahkan untuk nusa dan bangsa tercinta ni. Biarlah masyarakat menilai dan pemerintah menjadi juri. Biarlah langit dan bumi menjadi saksi …
Rekan dan sahabatku …
Delapan windu merupakan perjalanan cukup panjang, dengan segala duka dan sukanya. Dan kita tetap eksis, survive serta bersatu. Untuk itu, marilah kita unjukkan puji-syukur kepada Tuhan Yang Mahakasih. Kita sadar sepenuhnya bahwa tanpa kuasa dan campur tangan-Nya karya besar tak mungkin tercapai dan serpihan cinta akan terasa hambar. Selanjutnya, ucapan terima kasih kita sampaikan kepada semua pihak yang melapangkan jalan pengabdian ini. Baik kepada para perintis maupun para pembina, yang berhimpun dalam lingkungan pemerintah maupun swasta. Juga kepada para pelaksana yang menghayati tugasnya dengan penuh kesadaran akan tanggung jawabnya di dunia dan akhirat. Semuanya punya karya dan saham pengabdian yang sulit dinilai pihak lain. Dengarkan saja nyanyian merdu di lubuk hati, nikmatilah kepuasan yang merasuk ke dalam sanubari suci. Itulah buah pengabdian yang jatuh dari surga dan pahala agung yang diperuntukkan bagi diri Anda. Pancangkan cermin besar dan bersih di hadapan kita. Adakah kekurangan dan kesalahan yang kita buat selama ini? Sudahkah semua jerih payah kita tertuju pada cita-cita luhur yang dipancangkan para perintis kita? Sudahkah semua karya kita abdikan secara tulus dan ikhlas untuk mereka yang menderita? Dan seterusnya, dan seterusnya … Kita semua bisa menjawab. Bahkan berkewajiban dan berhak sesuai dengan porsi partisipasinya masing-masing. Dan jawaban yang benar hanyalah manifestasi yang menyembul dari lubuk hati kita! Semua itu penting untuk bekal pengabdian kita selanjutnya. Jalan masih panjang dan banyak tantangan yang menghadang. Tuntutan pelayanan medis semakin canggih sementara rumah sakit yang berfungsi sosial nyaris tak berdaya dalam belitan sulitnya dana. Di lain pihak terus bermunculan rumah sakit mewah yang berpredikat profit centered di bawah naungan para konglomerat. Pengabdian versus bisnis, cinta kasih dihadapkan tebalnya kantong …Keberhasilan pembangunan juga menuntut hal-hal tertentu di bidang pelayanan kesehatan. Selain menghendaki peningkatan kualitas sarana dan prasarana, yang tak kalah pentingnya adalah peningkatan pelayanan dan ”kenikmatan” berobat. Belum lagi menuntut kemampuan untuk mengantisipasi jenis-jenis penyakit yang muncul akibat meningkatnya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, hal yang tak mudah dilaksanakan. Dan masih banyak problema lain, baik yang sudah kita ketahui maupun yang masih akan muncul di kemudian hari …
Itulah sekelumit paparan dan gugatan terhadap diri kita sendiri. Masih setumpuk masalah belum terungkap, segunung misteri belum terantisipasi. Dan semuanya menantang ketegaran jiwa kita, menguji ketulusan pengabdian kita selanjutnya. Mampukah kita? Marilah kita dengarkan suara hati di tengah malam yang sepi. Biarlah lambaian angin malam memberi kekuatan dan bimbingan, menyegarkan serpihan cinta yang terus memancar tanpa henti …
J.A. Noertjahyo, SH.
Dikutip dari buku 64 Tahun R.S. Panti Nirmala Malang, halaman 7-11.<


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: