Oleh: J.A. Noertjahyo | 19/01/2014

Refleksi Tahun 2013

Setidaknya ada tiga sahabat dalam tahun 2013 yang berniat baik untuk menegakkan kebenaran. Sayangnya, setelah berhadapan dengan “tantangan”, mereka balik langkah dan tidak berani melanjutkan tindakannya. Lebih dari itu, seorang di antaranya justru “menjilat” ludahnya sendiri.
Karena sudah melangkah dan meyakini itu yang perlu dilakukan, saya jalan terus. Di tengah perjalanan saya bertemu dengan beberapa sahabat lain yang bersedia mengayunkan langkah bersama.<
Bagi teman-teman yang “balik langkah”, saya kutipkan pesan imam dan filsuf Skolastik Perancis, Pierre Abailard: “Allah tidak menghiraukan apa yang dilakukan, melainkan semangatnya.”
Seorang sahabat lain rupanya salah tempat, salah waktu, salah bicara, dan salah semangatnya. Ia “digunakan” orang yang punya kepentingan dan bersembunyi di balik tabir kekeluargaan. Kasihan dia, semoga Tuhan member pengampunan.
Sekelompok orang yang mendiami satu wadah, satu visi, dan satu misi, sepertinya terpecah belah karena kepentingan sesaat. Semoga mereka segera insaf dan tidak mencoreng wajahnya sendiri, terlebih wajah kelompoknya.
Selama tahun 2013, saya dan keluarga merasa mendapat rahmat berlimpah dari Tuhan Yang Mahakasih. Terima kasih Tuhan, terpujilah nama-Mu.<


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: