Oleh: J.A. Noertjahyo | 29/12/2015

Sulit Urus Akta Kelahiran

Saya salut terhadap rencana kerja Dukcapil Kemendagri tentang target pembuatan Akta Kelahiran yang akan mencapai 85 persen pada tahun 2019. Menurut Dirjen Dukcapil Kemendagri, Bapak Zudan Arif Fakrulloh, akta kelahiran adalah hak konstitusi yang wajib dimiliki setiap penduduk Indonsia.

Tetapi saya sebagai lansia (76 tahun) sulit mengurus akta kelahiran yang menjadi kewajiban penduduk Indonesia. Saya hanya punya Akte Kenal Kelahiran yang ditanda-tangani Bupati KDH, Akte Perkawinan dari Catatan Sipil, Kartu Keluarga, dan E-KTP. Di dalamnya tercantum, nama saya, tempat dan tanggal lahir, nama orangtua (bapak dan ibu). Tetapi itu belum cukup untuk memperoleh Akta Kelahiran, dan masih harus dilengkapi “Surat Kawin” orangtua. Padahal kedua orangtua saya sudah meninggal dunia (ayah meninggal tahun 1944, dan ibu meninggal tahun 1997 dalam usia 86 tahun) tanpa meninggali warisan “Surat Kawin”.

Petugas memberi solusi, surat kawin orangtua dapat diganti dengan pernyataan bahwa ibu sudah meninggal, dikuatkan oleh RT-RW dan Kepala Desa. Tetapi dengan pernyataan ini dalam akta kelahiran saya akan disebutkan “Anak seorang ibu”; artinya saya harus “membuang ayah” dan menempatkan diri sebagai “Anak haram”. Saya rasa cara ini bertentangan dengan hati nurani, etika, dan kaidah agama mana pun juga. Juga tidak akan sesuai dengan dokumen lain yang sudah saya miliki.

Saya tidak tahu berapa ribu (juta?) orang yang senasib dengan saya.

Bapak Dirjen Dukcapil, adakah solusi bijaksana yang bisa diberikan?

J.A. Noertjahjo, Malang, Jawa Timur.

NB: Surat pembaca ini sudah dimuat Harian Kompas tgl. 7 Desember 2015 (dengan editing dari Redaksi), namun s.d. tgl. 29 Desember 2015 Kompas belum memuat tanggapan dari Bapak Dirjen Dukcapil Kemendagri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: